[FanFic] My First Love is Wrong Person [Chapter 1]


Title       : My First Love is Wrong Person [Chapter 1]

Author  : minhee165 (@anindita_sw)

Genre   : Romance, school life, little angst, dll

Main Cast :

  • Choi Minho (SHINee)
  • Kim Yong Mi (OC)
  • Lee Taemin (SHINee)

Support Cast :

  • Lee Hye Jin (OC)
  • Cho Min Ah(OC)
  • All Member SHINee
  • Kim Junsu (2PM)

Rating : T/PG-16

Length : Chapter 1 of ?

—–

HAPPY READING! DON’T FORGET TO READ→COMMENT→LIKE ^o^

—–

Yong Mi POV

“YAAA!!!! YONG MI!! ANAK PEMALAS!!! AYO CEPAT BANGUN!! KAU MAU TERLAMBAT SEKOLAH LAGI, HUH?! YAA!! PALLI!!!!”

Sebuah teriakan membangunkanku dari tidurku yang sangat nyaman ini. Bagaimana tidak? Eommaku membangunkanku dengan teriak tepat di depan mukaku. Bisa dibayangkan berapa liter air hujan yang diberikannya padaku? Aku hanya bangun dan duduk di tempat tidur dan masih memejamkan mataku.

“Yaa! Yong Mi-ya, cepatlah mandi! Sekarang sudah jam 06.30, kau mau telat lagi seperti kemarin-kemarin?” ujar eomma yang tiba-tiba sudah menarikku menuju kamar mandi.

“Eomma!! Aku bisa jalan sendiri menuju kamar mandi! Tak perlu Eomma menyuruhku mandi, aku pun juga akan mandi!” balasku dengan kesal. Bagaimana bisa eomma masih menganggapku seperti anak kecil? Aku ini sudah 16 tahun! Anak kelas 2 SMA yang sebentar lagi akan naik kelas 3 SMA!! Dengan langkah penuh amarah, aku masuk kedalam kamar mandi.

BLAM!                                                                                                          

Sengaja aku banting pintu kamar mandi menandakan kekesalanku. Kadang aku berpikir, kenapa dengan masalah sepele seperti ini saja aku marah? Harusnya aku merubah sikapku dan tidak gampang emosi seperti ini. Keundae, aku benci jika diperlakukan seperti ini! Padahal aku sudah merubah sifatku yang tadinya sangat suka main adu pukul, sekarang telah hilang. Tapi kenapa sifat emosikku masih ada? Aargh!! Micheo!!

Yong  Mi POV End

*Minhee165*

Author POV

*Di Luar kamar mandi*

“Aigoo, anak itu! Sudah berapa kali dia membanting pintu kamar mandi? Bisa-bisa aku harus kembali memanggil tukang untuk membetulkannya. Yong Mi, Yong Mi, umurnya saja yang sudah 16 tahun, tapi kelakuan seperti anak umur 12 tahun. Tingkahnya itu, selalu saja emosian! Kapan dia itu tobat dari sifat jeleknya itu? Kalau dia tetap seperti itu, bagaimana mau punya namjachingu? Aku bahkan masih ingat saat dia kelas 2 SMP dan dengan bangga menceritakan bahwa kawan-kawan namjanya semua tunduk padanya.” Ujar eomma Yong Mi sambil mengingat-ingat kejadian dulu.

Flashback

“Eomma!! Nan waseoyeo!!” teriak Yong Mi di depan pintu rumah.

Dengan tergopoh-gopoh, eomma Yong Mi yang sedang ada di dapur pun langsung menuju ke pintu rumah.

            “Oh, uri Yong Mi sudah pulang? Bagaimana harimu, nak? Apakah menyenangkan?” Tanya eomma Yong Mi sambil menutup kembali pintu.

            “Ne eomma! Sangat-sangat menyenangkan! Bayangkan saja hari ini, anak-anak di sekolahku, terutama anak namja di sekolahku semuanya sudah takluk padaku. Bayangkan saja, aku hanya menggertak mereka sedikit saja, mereka langsung takut. Bahkan, sekarang aku mempunya julukan. Tahukah eomma apa julukannya?” jawab Yong Mi sambil duduk di sofa ruang tamu dan melepaskan sepatunya.

            “Mwo? Bagaimana bisa semua namja di sekolahmu takut padamu? Lalu, apa julukan mereka padamu?” Tanya eomma Yong Mi yang sangat penasaran dengan tingkah anaknya itu.

            “Julukanku ada 2, yaitu si Angma(Setan) dan si Ganas! Tapi yang julukan yang sering mereka gunakan adalah si Ganas. Dan sebab kenapa mereka takut padaku adalah waktu itu ada ketua perkumpulan anak-anak nakal yang selalu merusak lingkungan sekolah dan mengganggu anak-anak. Lalu, suatu kali, aku yang mereka jadikan target. Pertamanya sih aku diam saja, tapi lama-lama aku kesal juga. Lalu, saat mereka akan melempariku dengan tepung, langsung saja aku hajar mereka dengan teknik karate yang aku pelajari selama ini. Dan yang paling seru adalah saat aku menendang kaki si ketua perkumpulan itu dan setelah kejadian itu, dia harus memakai tongkat selama 2 minggu. Hahahaha!! Betapa menyenangkannya hidup ini!!” Jelas Yong Mi dengan nada bangga dan ceria.

Sedangkan ibunya hanya melihatnya dengan wajah prihatin. Bagaimana tidak? Anaknya yang dia rawat dengan baik, malah bersikap seperti seorang namja. Bahkan dia sangat bangga dengan julukan-julukan yang diberikan oleh para namja di sekolahnya.

            “Yaa, Eomma..wae geurae? Mengapa raut wajah eomma seperti sangat prihatin? Apa eomma sedang sedih? Ada apa eomma?” Tanya Yong Mi yang sadar akan raut wajah eommanya yang tiba-tiba berubah.

            “Yaa! Bagaimana eomma tidak sedih dan prihatin! Yong Mi-ya, kau lahir sebagai yeoja, tapi mengapa kelakuanmu seperti Namja? Kau bahkan bangga dengan julukan dan kelakuanmu yang membuat si ketua itu sampai harus pakai tongkat selama 2 Minggu!!!” Ujar eomma Yong Mi dengan kesalnya.

            “Eomma! Aku hanya tidak senang mereka menindas para yeoja dan anak-anak yang lemah! Sekali-kali mereka harus kuberi pelajaran!  Aku bangga karena akhirnya aku bisa mengalahkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab seperti mereka.” Bela Yong Mi.

            “Baiklah, Eomma bisa terima alasanmu. Tapi, cukup di SMP ini saja kau berulah dengan main hajar sini hajar sana! Pokoknya saat kau di SMA, kau cukup seperti yeoja lainnya. Jika dalam keadaan terdesak, baru kau boleh main hajar, kalau perlu sampai lawanmu patah tulang!” jawab eomma Yong Mi yang sudah pasrah akan perilaku anaknya.

            “Ne Eomma! Eomma bisa percaya padaku! Aku janji tidak akan berulah saat sudah masuk SMA.” Janji Yong Mi sambil tersenyum dan berlari menuju kamarnya.

Flashback End

Haaaaaaaaaaah, untunglah sampai detik ini tidak ada cerita mengenai dia yang memukul seorang temannya di sekolah atau dia yang mematahkan kaki temannya. Kalau dia masih seperti dulu, aku tak tahu bagaimana nasib kisah cintanya nanti. Ujar eomma Yong Mi dalam hati.

Author POV End

Yong Mi POV

Sekarang sudah jam berapa ya? *ceritanya udah selesai mandi dan udah pakai seragam ya readers J* semoga saja belum jam 06.45. jika iya, matilah aku!! Lalu, aku pun melirik jam yang berbentuk Pororo di meja kecil sebelah tempat tidurku.

“ANDWAE!!!!!!!!!!! Aku telat lagi! AAARRRRGGGH!!! Kenapa waktu begitu cepat berjalan?!?!?!?!?” teriakku frustasi. Bayangkan saja, niatku untuk berangkat jam 06.45 telah sia-sia, sekarang jam sudah menunjukkan pukul 06.55 sedangkan masuk sekolah pukul 07.20. Sedangkan jarak dari rumah sampai ke sekolah saja memakan waktu 35 menit. Sekarang aku harus cepat-cepat berangkat supaya aku bisa menyalin tugas Khun Seonsaengnim pada Hye Jin, sahabatku dari SD.

“Eomma, aku berangkat dulu ya! Mian, aku tidak bisa sarapan lagi! Aku benar-benar telat sekarang!! Annyeong!!” ujarku sambil berlari menuju pintu.

“Yaa! Yong Mi!! kau harus sarapan dulu! Nanti kau sakit!! Yaa!!” teriak Eomma yang masih bisa kudengar ketika aku menutup gerbang rumah.

Aku tetap berlari sambil berharap semoga bus masih mau menungguku. Akan sangat lama jika sedang macet. Bisa-bisa memakan waktu 30 menit. “Tuhan, tolonglah Hamba-Mu ini!! Aku saat ini benar-benar butuh pertolongan-Mu!” doaku dalam hati.

Setelah aku kembali berolahraga pagi, akhirnya sampai juga diriku di halte bus. Untung saja ketika aku tiba, sebuah bus datang! Sepertinya Tuhan sedang ada di pihakku!! Thanks God!

*Minhee165*

Aku pun masuk ke dalam bus, dan ternyata bus ini sangat penuh dengan orang-orang! Huh! Bagaimana bisa aku duduk dengan tenang? Lalu aku pun mencari-cari tempat duduk yang kosong. Ketika mataku menangkap sebuah tempat duduk yang kosong, dengan cepat aku berjalan ke arah tempat itu.

Oh tidak! Ada seorang namja yang juga mengincar tempat duduk itu! Aku tidak boleh kalah! Aku harus lebih dulu mendapatkan tempat duduk itu!! Tetapi ketika tubuhku sudah mencapai tempat duduk itu, namja itu telah duduk disana! Arrgh! Aku begitu kesal! Kenapa pagiku begitu jelek?

“Yaa! Neo! Aku duluan yang melihat dan menemukan tempat duduk ini! Kau tak berhak mendapatkan tempat duduk ini!! Carilah tempat lain, aku ingin duduk disini!!” kataku pada namja yang sepertinya satu sekolah denganku ini ketika aku melihat seragam yang dipakainya sama denganku.

“….”

Aku bingung, aku telah berkata panjang lebar kenapa dia tidak membalasnya? Apa dia tuli? Padahal wajahnya cukup tampan (setelah kuperhatikan sih), memalukan sekali jika dia itu tuli! Hahahaha

“Yaa! Kau tidak mendengar suaraku? Ya! Ya! Namja gila! Apa kau tuli? Huh?” ujarku sedikit berteriak. Tetapi tetap saja kata-kataku dihiraukannya. Lalu aku pun menepuk-nepuk lengannya, dia sedikit tersentak lalu melepaskan earphone yang dipakainya. “ooh, jadi dia memakai earphone sehingga tidak mendengar ucapanku.” Ujarku dalam hati.

“Wae?”

“Yaa! Aku yang melihat dan menemukan tempat duduk ini! Bisahkah kau memberikan tempat ini untukku? Aku ingin duduk disini” ujarku sedikit menahan emosi.

“Sirheo! Memangnya tempat duduk ini punyamu? Memangnya bus ini milik keluargamu? Hey yeoja, ini milik umum, siapa saja boleh duduk disini! Dan, tidak ada istilah siapa yang melihat tempat ini duluan! Siapa cepat dia dapat, itulah yang berlaku!” ujarnya sakartis.

“Yaa! Namja gila! Kau harusnya mengalah padaku! Kau tidak tahu istilah ‘Ladies First’ huh? Ayolah! Kita bahkan teman satu sekolah!!” kataku setengah memaksa.

“di kamusku, tak ada istilah ‘Ladies First’, dan lagi kenapa kau bisa tahu kita satu sekolah? Cih!”

Aku hanya menunjuk logo seragamnya, lalu arah matanya mengikuti arah tanganku, setelah itu aku menunjuk logo seragamku.

“Eotte? Kita memang satu sekolah kan? Ayolah, biarkan aku duduk disitu!!” paksaku padanya.

“Mian, tidak bisa! Dan lagi, aku baru kali ini naik bus dan lagi aku tak mau berdiri! Itu benar-benar melelahkan! Sudahlah, sebentar lagi juga kita akan sampai, bertahanlah!” ujarnya santai sambil kembali menggunakan earphonennya.

Aku hanya bisa menghentak-hentakkan kaki seraya mengerucutkan bibirku menahan amarah. Aku masih ingat janjiku pada eomma untuk tidak sembarangan menghajar orang jika bukan dalam keadaan terdesak. Jika bukan karena janjiku pada eomma, mungkin sekarang namja ini sudah babak belur di tanganku! Hah!!!!

Yong Mi POV End

*Minhee165*

Minho POV

Ckckck, yeoja ini benar-benar gila! Mana mungkin aku mau memberikan tempat duduk ini padanya, memangnya dia siapa? Ratu Inggris? Ckckckck. Kalau saja Sooyoung noona mau menungguku, mungkin aku tak harus naik bus. Ini pertama kalinya aku naik kendaraan umum, dan kesanku adalah sangat buruk! Jika tadi aku berpikir ini akan baik-baik saja, nyatanya tidak setelah yeoja itu datang. Dia merusak pagiku yang cerah ini!

Kulihat dia mengehentak-hentakkan kakinya dan mengerucutkan bibirnya. Aku menahan tawaku melihat tingkah lucunya. LUCU? Minho, ada apa dengan matamu? Jelas-jelas tingkah itu begitu menjijikkan!

Tapi jika dilihat-lihat, dia lumayan cantik juga. Apakah dia harus menjadi targetku selanjutnya? Sepertinya seru jika dia menjadi target selanjutnya, apalagi dia satu sekolah denganku, membuatku mudah untuk melaksanakan rencanaku sekaligus balas dendam karena ulahnya. Seorang Flaming Charisma, Choi Minho dilawannya? Sebuah ajakan untuk berperang namanya!

Minho POV End

*Minhee165*

Yong Mi POV

Setelah selama 25 menit aku berdiri di bus dengan keadaan desak-desakkan, pada akhirnya aku keluar dari sana dan menikmati udara segar. Untuk kali ini adalah sebuah rekor masuk sekolah yang bagus untukku! Untuk pertama kalinya, aku hanya telat 5 menit! Biasanya sih telat 15 atau 20 menit malah pernah telat satu jam pelajaran. Tapi aku sudah biasa, dan guru-guru pun sudah biasa melihatku dihukum oleh guru penjaga.

Dan untuk kali ini, sepertinya aku memiliki teman seperjuangan. Siapa lagi kalau bukan namja sombong dan menjijikkan yang tidak mau memberikan tempat duduknya padaku! Sungguh, kejadian tadi membuatku benci padanya!!

“YAA!!! KIM YONG MI! BERHENTI DISITU KAU!” teriak seseorang ketika aku berjalan menaiki tangga untuk ke kelasku. Aku pun menoleh untuk melihat siapa yang meneriakiku, dari jauh kulihat seorang wanita berumur sekitar 30an berlari-lari ke arahku. Betapa kagetnya aku ketika mengetahui siapa yang meneriakiku. Siapa lagi kalau bukan guru sejarahku, Fei seonsaengnim! Yong Mi, neo nomu paboya! Bagaimana kau bisa lupa kalau hari ini giliran Fei seonsaengnim yang menjadi guru penjaga? Haish!

Aku berpikir sejenak. Jika aku berlari, hukumanku pasti berat, tapi jika aku tetap diam dan tak kabur dari Fei seonsaengnim, berarti aku harus bersiap untuk dihukum membersihkan taman dan toilet. Andwae!! Aku tidak mau melakukan itu! Tapi, harus bagaimana ini?

Di tengah kegalauanku(?) datanglah namja yang merusak pagiku. Tunggu, kenapa dia bisa dengan tenang berjalannya? Dan kenapa Fei seonsaengnim tidak meneriakinya? Ini benar-benar kesalahan besar.

“Yaa! Kenapa kau masih disini? Kau tidak lihat Fei seonsaeng sudah akan mendekat?” ujar namja itu sambil mulai menaiki tangga.

Aku pun tak mau menerima hukuman sendirian, sehingga aku menariknya yang sedang berada di tangga.

“Namja gila! Changkaman! Kau tidak boleh pergi begitu saja!” kataku sambil menarik lengannya. Ketika aku menariknya, sepertinya dia kehilangan keseimbangan dan….

BRUK! BRAK! PRANG!(?)

Badanku rasanya sakit semua dan aku hanya bisa memejamkan mataku. Aku merasa, ada yang menindihku. Ketika aku membuka mata, betapa kagetnya aku saat tahu bahwa tubuh namja itu berada di atas tubuhku. Bisa dibayangkan bagaimana merahnya mukaku menahan amarah, tetapi aku menahannya mengingat dia tidak melakukan apa-apa padaku.

“YA! Menjauhlah dariku! Kau itu sungguh berat! Neo ara?” ujarku seraya mendorongnya. Tetapi, tiba-tiba dia melingkarkan kedua tangannya di pinggangku dan memelukku.

“Sirheo! Biarkan seperti ini…rasanya nyaman dalam pelukanmu. Hahaha” godanya sambil mengeratkan pelukannnya.

MWO?! MICHEOSEO?! Namja ini benar-benar harus dihajar! “Eomma, mianhae…kali ini keadaannya benar-benar terdesak” kataku dalam hati. Lalu aku pun dengan sekuat tenaga melepaskan pelukannya, dan dia terjungkal karena itu.

“Yaa! Appo!!” ucapnya sambil meringis. Lalu aku pun menarik kerahnya sehingga dia dapat berdiri, lalu aku pun melayangkan pukulan manisku pada wajah tampannya itu.

BUGG!

Setelah aku memukulnya, tiba-tiba Fei seonsaengnim datang dan akan memulai ceramahnya.

“Kim Yong Mi dari kelas XI 5, bagaimana bisa kau menghajar seorang murid dari kelas XI 2 hah? Micheoseo? Sekarang kau dan Choi Minho ikut ke aku! SEKARANG!” ucapnya dengan penuh penekanan untuk bagian ‘sekarang’.

“Choi Minho. Jadi nama namja itu adalah Choi Minho? Akan selalu kuingat tuan Choi! Tunggu pembalasanku!!” kataku dalam hati.

Lalu aku dan namja gila ini pun mengikuti Fei seonsaeng yang sepertinya mengarah ke ruang guru.

YONG MI POV End

MINHO POV

Geu yeoja, jinjja!!! Bagaimana dia bisa membuat wajah tampanku ini menjadi bengkak seperti ini. Apa dia ini yeoja jadi-jadian, huh? Kali ini aku benar-benar harus membalaskan dendamku padanya.

*Ruang Guru*

“Kim Yong Mi dari kelas XI 5. Bagaimana kau bisa memukul Choi Minho tanpa alasan? Huh? Jawab!!” teriak Fei seonsaeng pada yeoja di sebelahku yang sepertinya sedang menahan emosinya.

Emosi? Bagaimana bisa dia emosi jika dia yang bersalah padaku. Aku kan hanya menggodanya saja, kenapa dia yang heboh setengah mati, huh? Is she really crazy?

“Tanpa alasan? Aku ada alasannya Fei seonsaengnim! Dia memelukku duluan tanpa sebab! Itu sudah tindakan pelecehan sehingga aku memukulnya.” Ucapnya seraya menatapku penuh dengan kilatan amarah di matanya.

“Jinjja? Geuraseo, benarkah itu Choi Minho ?” Tanya Fei seonsaengnim padaku dengan nada tanpa amarah. Kulihat sepertinya dia semakin marah melihat perilaku Fei seonsaengnim yang langsung berubah ketika bertanya padaku.

“Aku hanya ingin mengurangi rasa sakitnya saja karena aku menimpanya sehingga dia tidak terlalu merasa sakit karena jatuh.” Ucapku dengan alasan yang benar-benar tidak jelas.

“GEOTJIMAL!!!! Kau memelukku setelah kita berdua terjatuh! Jangan banyak alasan!!!”

“Mwo? Banyak alasan? Aku benar-benar berpikir seperti itu! Kau saja yang salah menanggapinya”

“Salah? Naega? YA! Namja Gila! Kau itu hanya mencari-cari alasan agar tidak bersalah kan? Jika kau ingin menolongku, kenapa kau mengucapkan kata-kata yang menjijikkan, huh? Dasar Namja Yadong!”

“Mwo? Namja Yadong? Kau mengejekku tapi tak sadar diri? Dasar kau yeoja jadi-jadian!”

“Namja Yadong!”

“Yeoja Jadi-jadian!”

MINHO POV End

AUTHOR POV

“Namja Yadong!”

“Yeoja jadi-jadian!”

Keduanya terus-menerus saling mengejek tanpa memperdulikan bahwa mereka sedang di tempat yang tidak aman, yaitu kantor guru. Seluruh guru yang tadinya tidak peduli, dan sudah biasa melihat Yong Mi yang selalu keluar masuk guru karena selalu telat masuk sekolah. Tetapi, kali ini mereka tercengang begitu melihat bahwa Yong Mi memiliki teman seperjuangan, Choi Minho.

Siapa yang tidak mengenal Choi Minho? Anak kelas XI 2 yang sangat pandai dalam berbagai hal apalagi dalam pelajaran olahraga. Anak dari tuan Choi yang merupakan orang terkaya di Korea yang menempati posisi kedua dan menjadi penyumbang dana utama untuk sekolah. Dan lagi, anak-anak yang masuk kelas XI 2 adalah anak-anak pintar yang selalu memenangkan setiap lomba yang membuat sekolah menjadi terkenal.

“YA! Keumanhae!!! Kalian berdua tidak lelah daritadi berbicara tanpa henti, huh?” teriak Fei Seonsaengnim kepada dua anak tersebut.

“ANIYO!” teriak mereka bersamaan.

“YA! Kalian rupanya mau melawanku, huh? Sekarang kalian harus menerima hukuman atas keterlambatan kalian dan perilaku tidak sopan kalian! Yong Mi, kau membersihkan taman sedangkan kau Minho, kau cukup membersihkan jendela di dekat taman juga, sehingga kalian bisa kesana bersama.” Ujar Fei Seonsaengnim dengan santainya.

“Mwo? Bagaimana bisa aku dihukum dengan hukuman yang berat sedangkan dia tidak? Seonsaengnim!! Harusnya kau memberikan hukuman yang sama padaku dan dia!!”

“Sebetulnya dia harusnya memiliki hukuman yang sama sepertimu, tetapi karena dia itu anak berprestasi, alangkah jahatnya aku jika memberikan hukuman yang berat padanya.”

“Aniyo seonsaengnim, berikan aku hukuman yang sama seperti yeoja gila ini. Aku tidak apa-apa hanya membersihkan taman saja kan?”

AUTHOR POV End

YONG MI POV

“Aniyo seonsaengnim, berikan aku hukuman yang sama seperti yeoja gila ini. Aku tidak apa-apa hanya membersihkan taman saja kan?”

Ucapan namja itu membuatku menoleh padanya. Bagaimana bisa dia bersikap bak malaikat? Aaah, aku tahu, sebetulnya dia hanya mencari muka saja kan pada Fei seonsaengnim agar dicap sebagai anak baik? Dasar nappeun namja!!

“Jinjja Minho? Baiklah, kalau begitu silahkan kalian mengerjakan hukuman kalian.” Ucap seonsaengnim.

Lalu aku dan namja gila itu pun berbalik dan meninggalkan ruangan tersebut. Tetapi, ketika kami hampir sampai di pintu ruang itu, seonsaengnim mengatakan kata-kata yang mengejutkan.

“Ah ya, sebelum aku lupa. Kalian membersihkan taman belakang sekolah ya, bukan taman yang berada di dekat gerbang sekolah. Taman itu sudah dibersihkan oleh tukang kebun sekolah, sedangkan taman belakang jarang dibersihkan karena tempatnya yg sedikit jauh.”

Mwo? Taman belakang? Apakah harus kesana? Aku mendengar dari Hye Jin bahwa taman belakang itu sangat seram dan sedikit gelap karena begitu banyaknya pohon. Eotteokhae? Aku tidak ingin terlihat lemah di depan namja itu. Perlu kalian ketahui bahwa aku ini sangat-sangat takut akan gelap sehingga jika mendengar kata-kata gelap saja bisa membuatku merinding.

*Taman Belakang Sekolah*

Inikah tamannya? Hye Jin benar-benar membohongiku! Tempat ini benar-benar indah!! Walaupun agak sedikit gelap, setidaknya ada sinar matahari berada di taman ini. Kalau tahu ada taman sebagus ini di sekolah, pastinya tiap hari aku akan kesini!!

“Yeoja gila, kajja kita membersihkan taman ini! Aku tidak ingin berada disini begitu lama berdua denganmu. Sungguh menyesakkan batin.” Ucap namja gila itu sambil mulai menyapu daun-daun kering yang berserakkan di rumput.

“MWO?! Harusnya aku yang bilang seperti itu! Aku yang malah rasanya sudah sakit jiwa dekat-dekat denganmu! Dasar Namja Yadong!” Ujarku berteriak padanya. Dia hanya menatapku dengan menunjukkan senyum sinisnya yang menurutku membuatnya terlihat agak tampan. NE?!? Tampan? Dimana otakmu sekarang berjalan Yong Mi? Dia itu tidak ada tampan-tampannya sama sekali, yang baru tampan itu Key SHINee atau Donghae Super Junior atau malah Thai Prince, Nichkhun 2PM! Itu baru namanya tampan!

YONG MI POV End

MINHO POV

Mwo? Sakit jiwa katanya? Harusnya aku yang mengalami itu semua melihat kelakuannya yang benar-benar membuatku mungkin harus masuk RSJ sekarang.

“Yaa! Kau itu hanya bisanya teriak-teriak, masing untung kalau cuman teriak, ini malah ditambah cerewet! Mimpi apa aku semalam bisa bertemu denganmu!!” kataku sambil kembali menyapu. Kulihat sekarang dia sedang menahan amarahnya, aku hanya tersenyum geli melihat dia yang seperti itu.

“CHOI MINHO! Neo! Jangan hanya bisa menceramahi, menjelek-jelekkan sifat orang seenaknya saja! Memangnya sifatmu paling bagus, huh? Aku tahu semua orang menghormatimu, mengagung-agungkan dirimu itu karena prestasimu dalam olahraga, tapi bisakah tidak usah menjelekkanku?!” ucapnya seraya berteriak.

Aku yang tadinya sedang berkonsentrasi dalam kegiatan sapu-menyapu(?) langsung menghentikan kegiatan ini dan mendekati yeoja gila ini.

Ketika aku mendekatinya, kulihat wajahnya yang penuh amarah berubah menjadi wajah penuh kepanikan. Hahaha, aku senang sekali melihat wajahnya yang seperti ini.

“Ya! Ya! Ya! Wae…wae…wae..irae? ke..ke..kenapa kau mendekat padaku?” ujarnya gugup seraya mulai mundur dari tempatnya. Aku menghiraukan perkataannya dan terus mendekatinya perlahan, sedangkan dia terus memundurkan langkahnya.

BUUKK

Hingga akhirnya tubuhnya bertabrakan dengan sebuah pohon yang besar. Aku pun tersenyum puas melihat dia yang tidak bisa berkutik kemana-mana lagi. Lalu, aku yang sudah dekat dengannya, memposisikan wajahku sehingga sangat dekat dengannya.

“Ya! Choi Minho, a…a..apa yang kau lakukan?” tanyanya gugup. Aku hanya membalasnya dengan senyum sinis.

“Apa yang kulakukan? Kurasa aku akan melakukan sesuatu yang menarik.” Ujarku.

Aku pun lebih mendekatkan badanku padanya hingga memperkecil jarak antara kami berdua. Dapat kucium bau lemon dari tubuhnya yang membuatku semakin ingin mendekatinya. Dapat kulihat bibirnya yang tipis itu menggodaku hingga rasanya aku ingin menciumnya.

“Mwo? Berhentilah bermain-main denganku Minho, kau membuatku kesal saja. Minggir sana!” Jawabnya seraya mendorongku, tapi dengan segera aku melingkarkan tanganku pada pinggangnya, yang membuatnya spontan terkejut.

“Ok, aku tidak akan bermain-main, aku akan memulainya.” Ucapku seraya menarik tengkuknya yang membuatnya lebih dekat denganku.

CHU~

~TBC~

Note: Annyeong Haseyo!! ^o^ hmm…hmmm… aaaa… aaa… cek 1..2..3 *gugupnih* pertama-tama, terima kasih kepada Tuhan karena udah kasih aku ide untuk buat FF ini. Kedua, terima kasih untuk nae chingu yang smangat ’45 ngedukung aku buat bikin FF ini….FF ini merupakan FF perdanaku, alias FF pertamaku. Karenabaru pertama kali bikin FF, jadi rada’ tegang ._. tapinya gak tegang buat komen FF org lain sampe bisa panjang2 *mianbuatparaauthoryangseringkukomeninL* FF ini sebetulnya didasari dari kisah nyata aku *tapinya rada’ dimiringin jalurnya XD* dan jadilah FF ini ._. karena aku belum banyak pengalaman(cuman berpengalaman bikin cerpen😄 wkwkwk) jadi dimohon dengan sangat kritik dan sarannya…😀 Gomawo! *panjang nih cuap-cuapnya –“* FF ini dipublish di sini dan di Blog Pribadiku, dan mian belum dikasih poster FF, karena aku belum nyari gambar para OCnya… mian mian mian😦 oh ya, mian untuk typo yang bertebaran😦 and, one more! *mian* jangan jadi Plagiat😦 aku tau FF ini gak sebagus karya Author lainnya yang udah pro…tapi aku sedih banget kalo seandainya FFku diplagiatin karena ini murni pikiranku, dan FF ini aku kerjain hampir 1 bulan karena idenya yang selalu tersendat-sendat…gomawo untuk pengertiannya🙂

Thanks for Visit! Please Give your comment! ^o^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s